Sabtu, 19 Maret 2011

Slank "Gara-gara kamu"


G
Mengikuti kamu
B
Lama-lama malah pusing
F   C
Bisa buat aku sinting
G
Gara-gara kamu
G
Menuruti kamu
B
Cuma bikin aku tolol
F  C
Otak bisa tambah jebol
G
Gara-gara kamu
(Reff)
C
Kita memang beda
G
Gak bisa sama-sama (selamanya)
C
Kita memang lain
D
Jangan main-main… lagi!!!
G
Menggauli kamu
B
Duniaku jadi miring
F   C
Bikin ide makin kering
G  C
gara-gara kamu
G  C
gara-gara kamu
G
gara-gara kamu
Musik : G…
READMORE - Slank "Gara-gara kamu"

Tipe X – Melati Aku Benci Kamu


Intro : C G F G C 2x
C                         G              F
Kalau kau datang hanya untuk menganggu ku
G    C
Ku tak mau lagi
C                         G            F
Kalau kau datang hanya untuk merayu aku
G    C
Ku tak ingin lagi hey . . .
Interlude : C G F G C
C                            G         F
Pergilah pergi dan jangan pernah kembali
G    C
Ku tak tahan lagi
C                   G            F
Biarkanlah kini aku tetap sendiri
G   C
Ku ingin begini
G               F       G
* Pergi saja kau dari hidupku
F         G   C
Sungguh ku tak mau
G             F       G
Bawa pergi semua janjimu
F        G   C
Jangan Ganggu aku
Reff :
G    F
Melatiku pergi
G   C
Tak pernah kembali
G    F
Dia tinggalkan aku
G   C
Sendiri disini
Interlude : C G C G
Balik ke *, Reff 2x
F         G   C
Sendiri disini
F         G   C
Sendiri disini
F         G   C
Sendiri disini
F         G   C
Sendiri disini
READMORE - Tipe X – Melati Aku Benci Kamu

Selasa, 15 Maret 2011

D"Massiv Ku Diantara Kalian


Chord d'Masiv Di antara kalian

Author : Chord Frenzy
                        Am          
kuakui ku sangat sangat menginginkanmu
C                         G        D/F#
tapi kini ku sadar ku diantara kalian
Am        Bm 
aku tak mengerti 
    C                D
ini semua harus terjadi

Em                      Am
kuakui ku sangat sangat mengharapkanmu
C                     G          D/F#
tapi kini ku sadar ku tak akan bisa
Am        Bm
aku tak mengerti
    C                D
ini semua harus terjadi

[reff]
Am      D  G        C
lupakan aku kembali padanya
Am    Bm             Em     D
aku bukan siapa- siapa untukmu
Am     D  G         C
kucintaimu tak berarti bahwa
Am       Bm      C
ku harus memilikimu slamanya

Em  D  C
aaaa aaa...

G                        Am          
kuakui ku sangat sangat menginginkanmu
C                         G        D/F#
tapi kini ku sadar ku diantara kalian
Am        Bm 
aku tak mengerti 
    C                D
ini semua harus terjadi

[interlude] Em Bm C G D/F#
READMORE - D"Massiv Ku Diantara Kalian

Avanged Sevenfold

Avenged Sevenfold Dear God

Intro : F-C-Dm-Am-Bb-F-C 2x
F   C   Dm       Am
A lonely road crossed another col state line
Bb       F        C
Miles away from those I love purpose hard to find
F   C   Dm       Am
While Irecall all the worda you spoke to me
Bb           F
Can’t help but wish that I was there
    C
Back where I’d love to be , oh yeah
Reff :     F C   Dm       C
    Dear God the only thing I ask of you is
         Bb       F
    To hold her when I’m not around
         C
    When I’m much to far away
    F   C   Dm       C
    We all need that person who can be true to you
    Bb       F
    But I left her when I found her
         C
And now I wish I’d stayed
Bb       C
Cause I’m lonely and I’m tired
Am       Dm  C   Bb
I’m missing you again oh no  Once again
F   C        Dm  Am
There’s nothing here for me on this barren road
    Bb       F
There’s no one here while the city sleeps
    C
And all the shops are closed
F   C        Dm       Am
Can’t help but think of the time I’ve had with you
Bb       F
Picture and some memories
    C
Will have to help me trough , oh yeah
Back to reff

Dm  Am  Bb  F
Some search never finding away
Dm  Am  Bb  F
Before long they waste way
Dm  Am  Bb  F
I found you something told me to stay
Dm  Am  Bb  F
I gave in to selfish ways
Gm           C
And how I miss someone to hold when hope begins to fade
F   C   Dm       Am
A lonely road crossed another col state line
Bb       F        C
Miles away from those I love purpose hard to find
Back to reff
READMORE - Avanged Sevenfold

Jumat, 11 Maret 2011

Populasinya Sangat Minim


Konvoi kapal pengangkut pasukan (troopship) melintasi Samudera Atlantik, 1942. Kapal seperti ini merupakan target utama bagi U-boat
“The only thing that ever really frightened me during the war was the U-boat peril’, ujar Winston Churchill. Pendapat ini tak berlebihan meluncur dari mulut perdana menteri Inggris selama PD II. Antara tahun 1939-1945 sekitar 2.000 kapal barang Sekutu teronggok di dasar samudera akibat serangan armada U-boat Nazi Jerman.
Unterseeboot atau disingkat U-boat dan bila dijabarkan berarti kapal selam Inilah salah satu senjata milik Nazi Jerman yang paling ditakuti Sekutu, bahkan sebelum PD II pecah. U-boat masuk dalam golongan senjata yang diawasi pembuatannya oleh negara-negara pemenang PD I. Namun bukan Jerman kalau hanya menyerah begitu saja. Lewat program-program rahasia, kemampuan teknologi U-boat tetap terpelihara.
Memang sampai Jerman mendeklarasikan perang kepada Sekutu (Inggris dan Perancis), bisa dibilang dari jumlah U-boat yang digelar AL Nazi Jerman atau Kriegsmarine masih tergolong kurang. Sebagai gambarannya, ketika perang pecah September 1939, panglima tertinggi armada kapal selam, Admiral Karl Donitz hanya memiliki kurang lebih 50-an unit kapal selam operasional. Dan jumlah itu, sekitar separuhnya merupakan U-boat latih yang notabene hanya mampu beroperasi di kawasan pantai saja (coastal submarine).

Pelontaran born dalam dad kapal AL Inggris, HMS Starling. Born dalam merupakan ancaman bagi U-boat.
Kesalahan tak sepenuhnya ada pada Kriegsmarine. Program pembangunan kekuatan bawah permukaan Nazi dilakukan sesuai dengan “buku putih” rencana pengembangan armada yang diasumsikan konflik bersenjata berskala besar talc akan muncul sampai pertengahan tahun 1940. Pemimpin tertinggi Nazi, Adolf Hitler, memang kelewat cepat menabuh genderang perang.
Beruntung, kendala pada soal jumlah bisa diatasi dengan cepat berkat kedigdayaan industri militer dan industri baja negeri itu. Galangan kapal di seluruh Jerman juga dilibatkan secara total Alhasil dalam waktu tidak lama Donitz mampu membentuk lebih dari selusin satuan armada U-boat atau U-boat Flotilla untuk mengisi kebutuhan operasinya, memblokade pasokan logistik Inggris serta Rusia dari Amerika Utara di Samudera Atlantik dan Antartika . Bukan cuma ditempatkan di Jerman, armada kapal selam ini juga ditempatkan di negara yang telah dikuasai Nazi Jerman dalam bentuk bunker-bunker kapal selam seperti di St. Nazaire, Perancis.
Proses ekspansi didukung pula oleh pembagian klasifikasi U-boat yang diproduksi. Kapal selam yang beroperasi di kawasan pantai macam Type II dan diteruskan ke generasi Type XXIII tetap dipertahankan Diluar itu ada Type VII sebagai U-boat berkemampuan operasi lepas pantai (ocean going) jarak menengah. Selanjutnya masih ada lagi Type IX, X, dan XIV yang difungsikan sebagai unsur tempur jarak jauh bawah permukaan. Beberapa U-boat seperti Type XIV misalnya, dibuat khusus untuk menyuplai logistik U-boat lain di tengah laut sehingga mampu mendongkrak endurance U-Boat yang sedang melaksanakan misinya.
Senjata ajaib
Cerita kesuksesan U-boat membantai ratusan kapal barang pengangkut logistik berjalan sampai pertengahan tahun 1942. Tambahan armada U-boat membuat Donitz berani memasang kekuatannya langsung ke garis paling depan yaitu kawasan perairan dan pantai Amerika Utara, bahkan juga Afrika. Lautan di Karibia pun tak lepas dari cengkeraman Donitz.

Sebuah U-625 sedang menerima serangan dari pesawat antikapal selam Sunderland milik Kanada
Posisi ini tetap dipertahankan sampai fase-fase akhir PD II. Bahkan lebih jauh lagi lewat sebuah pidatonya, pada awal tahun 1945, Menteri Persenjataan (Armaments Minister) Nazi, Albert Speer pernah berjanji, dalam waktu tak lama lagi akan membumihanguskan New York dengan menggunakan peluru kendali V1 dan V2 yang dibawa oleh U-boat. Ucapan tadi bukan cuma sekadar mimpi di siang bolong menjelang kejatuhan Hitler.
Donitz, diam-diam juga mendukung ide ini dengan memberi lampu hijau pada program superrahasia berlabel Prufstand XL Program ini merupakan proyek pengembangan kontainer kedap air berbobot 500 ton lengkap dengan perangkat erector. Secara teknis, kontainer yang ditarik oleh U-boat ini sengaja diracik agar bisa menampung, membawa dan meluncurkan peluru kendali V1 dan V2. Sebagai langkah awal, tiga U-boat jarak jauh disiapkan untuk menarik kontainer menuju wilayah perairan Amerika Utara.
Bicara tentang senjata-senjata ajaib (wunderwaffe) U-boat tak sebatas kontainer pengangkut rudal saja. Walau tak tergolong sebagai senjata pamungkas, namun bisa dibilang merupakan sebuah terobosan. Salah satu contohnya adalah torpedo Zaunkonig (TVb). Memakai basis torpedo G7e, senjata ini menghantam targetnya berbekal penciuman akustik yang dihasilkan putaran propeller kapal.
Kecenderungan meledak lebih dini membuat Nazi Jerman harus menyempurnakannya dengan menghadirkan generasi penerus yaitu Zaunkonig II (TXI). Guna meminimalisir gejala ledakan dini pada generasi kedua perangkat detektor akustik lebih dipercanggih dengan kemampuan untuk membedakan antara putaran propeller kapal barang dan kapal perang.
Beruntung bagi Sekutu, program-program wunderwaffe ini tak jelas juntrungannya atau tak terlalu sempurna untuk digunakan Sekutu pada akhirnya mampu mematahkan kedigdayaan armada U-boat. Bocornya kode rahasia Enigma, pengaplikasian teknologi seperti radar dan perangkat HF/DF (HUFF-DUFF), pelibatan unsur udara antikapal selam, sampai penerapan taktik perlindungan dari empat sampai enam kapal perang spesialis antikapal selam dalam sebuah konvoi berhasil mematahkan dominasi U-boat di Atlantik.
Selama PD II tercatat Kriegsmarine memiliki lebih dari 1.100 unit U-boat. Dari jumlah itu, sekitar 458 unit tenggelam dalam pertempuran di Samudera Atlantik. Korban di pihak Sekutu akibat serangan U-boat di seluruh penjuru dunia mencapai lebih dari sepuluh juta.
READMORE - Populasinya Sangat Minim

Kamis, 03 Februari 2011

The Forgotten War 1950-1953

PERTIKAIAN HEBAT DI SEMANJUNG KOREA
Angkasa Edisi Koleksi No. LVII 2009
Angkasa Edisi Koleksi No. LVII 2009
Meski rencana serbuan amfibinya dinilai berbahaya dan impossible, Douglas MacArthur tetap yakin pada pendiriannya. Meniru serangan Normandia, setelah mendarat di Inchon pada petang 13 September 1950, puluhan ribu tentara PBB langsung menggempur posisi Tentara Rakyat Korea Utara. Didukung Uni Soviet, mereka telah menguasai hampir seluruh wilayah Korea Selatan. Jenderal bintang lima yang mahir bertempur ini seolah tahu apa yang akan dilakukan lawan. Hanya dalam beberapa hari, 70.000 tentara Korea Utara telah mengepung Pusan berhasil dipukul mundur dan dikalahkan.
Gempuran dari arah belakang itu benar-benar niengagetkan tentara Korea Utara. Sama mengejutkan ketika tentara dan tank T-34 Korea Utara tiba-tiba melangkahi perbatasan Korea Selatan pada 25 Juni 1950. Baik pimpinan Korea Sclatan, AS, maupun PBB tak habis pikir, mengapa Korea Utara sampai berani menginvasi Korea Selatan. Biasanya yang terjadi hanya penyusupan kecil-kecilan. “Itu artinya perang melawan PBB seru Sekjen PBB Trygve Lie. Tampa kehadiran delegasi Uni Soviet dan China, sidang Dewan Keamanan digelar dan kontak senjata di Semanjung Korea pun berkobar.
Tentara AS pada Perang Korea
Tentara AS pada Perang Korea
Meski melibatkan kesatuan tempur darat, udara, laut dan marinir dari 22 negara dan menawaskan lebih dari lima juta perang, uniknya, perang Korea hanya dianggap sebagai angin lalu. Kenapa? Dalam Edisi Koleksi Angkasa The Forgotten War 1950-1953: pertikaian Hebat di Semanjung Korea ini, Anda akan menemukan jawabannya. Anda juga bisa mengikuti semua kisah pertempuran yang berlarut-larut sampai tiga tahun itu. Tentang perang laut dan keterlibatan pesawat tempur China yang mengganas di Lembah MIG. Nyatanya “perang” yang satu ini belum benar-benar berakhir, hingga kini. jangan lewatkan!
“In war, there is no substitute for victory”
~ Douglas MacArthur
 sumber  http://sejarahperang.wordpress.com
READMORE - The Forgotten War 1950-1953

Invasi, Dari Seoul ke Pusan (Jun-Sep 1950)

Kolonel Lee Hak Ku, Perwira operasi Korps II dari Inmun Gun atau Tantara Rakyat Korea Utara harus bekerja keras. Karena sejak 15 Juni 1950, sebagian besar divisi regular Korut telah digerakkan dari tempat masing-masing menuju posisi barn di sepanjang perbatasan garis Lintang ke-38, yang membelah Semenanjung Korea menjadi dua negara. Kolonel senior ini sibuk mengatur penempatan pasukan di lapangan maupun merampungkan pekerjaan administrasi yang menumpuk. Baru pads sabtu 24 Juni, ketika hari mulai gelap, Kolonel Lee dapat sedikit santai menikmati rokoknya. Sementara itu Panglima Inman Gun, Jenderal  Choi Yong Gun beserta stafnya juga lega atas keberhasilan pemindahan besar-besaran tentaranya secara diam-diam.
SELURUH pasukan yang dialihkan itu tak kurang dari tujuh divisi infanteri yang terdiri dari 90.000 personel (dari 138.000 tentara Korut), ditambah tiga divisi cadangan, satu brigade tank T,4 buatan Rusia, satu resimen pasukan bersepeda motor, satu resimen infanteri berdiri sendiri, dan lima brigade Bo An Dae atau pasukan penjaga perbatasan. Mereka didukung satuan senjata berat, baik meriam, howitzer, mortir clan sebagainya. Lebih ke belakang, pesawat tempur Yak dan pengebom-tempur Ilyushin disiapkan di pangkalan masing-masing. Para prajurit diberitahu bahwa mereka akan melakukan latihan perang, namun para perwira inti sudah paham bahwa yang bakal terjadi adalah perang betul.
Pada 22 Juni, keluar perintah operasi agar pasukan dari Divisi ke-1, ke-2, ke-3, dan ke-4 mengarahkan serangan ke koridor Uijongbu yang langsung menuju ibukota Korea Selatan, Seoul. Sebagai pembuka serangan adalah pasukan tank. Sedangkan divisi lainnya bergerak di wilayah timur. Sabtu malam 24 Juni, Kolonel Lee di posnya merokok terus seraya mendengarkan bunyi hujan yang mengguyur kawasan sekitarnva. la sulit memejamkan matanya yang sudah yang sudah memerah, karena tahu apa yang bakal terjadi dalam beberapa jam mendatang. Sampai memasuki subuh Minggu 25 Juni, gerimis masih jatuh dari langit.
dalam suasana serba dingin dan basah, tepat pukul 04.00 semua meria dan senjata berat lain yang disiapkan Inmun Gun, tiba-tiba bergemuruh, menghujani posisi Korsel dengan tembakan tanpa henti. Bunyi dentuman meriam dan ledakan peluru saling bersahut-sahutan. Tentara Korsel yang kebanyakan masih lelap dalam tidur, kaget dan berantakan memperoleh serangan tak dinyana ini. Pendadakan Korut ini memang berhasil karena pemindahan tentaranya ke perbatasan tidak pernah terdeteksi oleh Korsel maupun AS yang memiliki cukup banyak penasihat militer di Korsel. (Pada saat invasi dimulai pukul 04.00 Minggu 25 Juni waktu setempat, maka di Washington DC masih hari Sabtu 24 Juni pukul 15.00 sore).
Setelah hujan tembakan senjata berat mereda, Lee Hak Ku berkata, “Manzai”. Kata ini diulangi oleh para stafnya. Maka tank-tank pun mulai menderum, menggelinding maju, rantainya mencipratkan lumpur ke mana-mana, namun dengan mudahnya meluncur di tanah yang basah dan penuh genangan air. Di belakang tank-tank, pasukan infanteri dengan seragam coklat kekuningan berhamburan seraya berteriak-teriak mengobarkan semangat. Mereka cepat bergerak ke selatan, menyeberangi garis perbatasan.
Tank-tank Sekutu membalas serangan Korut setelah pads awal perang, pasukan AS dan Korsel dipukul mundur dari kawasan Chorwon. Ribuan peluru meriam Howitzer dan artileri ditembakkan oleh satuan 936th Field Artillery Battalion dalam operasi serbuan yang berlangsung sepanjang hari
Tank-tank Sekutu membalas serangan Korut setelah pada awal perang, pasukan AS dan Korsel dipukul mundur dari kawasan Chorwon. Ribuan peluru meriam Howitzer dan artileri ditembakkan oleh satuan 936th Field Artillery Battalion dalam operasi serbuan yang berlangsung sepanjang hari
Minggu 25 Juni 1950
Serangan utama tentara Korut adalah ke Lembah Ch’orwon yang menuju ke koridor Uijongbu, gerbang utama ke Seoul. Divisi ke-7 yang merupakan kekuatan satu-satunya Korsel di kawasan ini, langsung merasakan hantaman musuh. Sekitar pukul 08.30 seorang penviranva menghubungi Kementerian Pertahanan di Seoul via radio, meminta bantuan segera karena musuh terns merangsek maju, sulit ditahan. Apalagi pasukan Korsel tidak dilengkapi senjata anti-tank. Karena …..(BERSAMBUNG)

sumber  http://sejarahperang.wordpress.com
READMORE - Invasi, Dari Seoul ke Pusan (Jun-Sep 1950)