Sabtu, 19 Maret 2011

Slank "Gara-gara kamu"


G
Mengikuti kamu
B
Lama-lama malah pusing
F   C
Bisa buat aku sinting
G
Gara-gara kamu
G
Menuruti kamu
B
Cuma bikin aku tolol
F  C
Otak bisa tambah jebol
G
Gara-gara kamu
(Reff)
C
Kita memang beda
G
Gak bisa sama-sama (selamanya)
C
Kita memang lain
D
Jangan main-main… lagi!!!
G
Menggauli kamu
B
Duniaku jadi miring
F   C
Bikin ide makin kering
G  C
gara-gara kamu
G  C
gara-gara kamu
G
gara-gara kamu
Musik : G…
READMORE - Slank "Gara-gara kamu"

Tipe X – Melati Aku Benci Kamu


Intro : C G F G C 2x
C                         G              F
Kalau kau datang hanya untuk menganggu ku
G    C
Ku tak mau lagi
C                         G            F
Kalau kau datang hanya untuk merayu aku
G    C
Ku tak ingin lagi hey . . .
Interlude : C G F G C
C                            G         F
Pergilah pergi dan jangan pernah kembali
G    C
Ku tak tahan lagi
C                   G            F
Biarkanlah kini aku tetap sendiri
G   C
Ku ingin begini
G               F       G
* Pergi saja kau dari hidupku
F         G   C
Sungguh ku tak mau
G             F       G
Bawa pergi semua janjimu
F        G   C
Jangan Ganggu aku
Reff :
G    F
Melatiku pergi
G   C
Tak pernah kembali
G    F
Dia tinggalkan aku
G   C
Sendiri disini
Interlude : C G C G
Balik ke *, Reff 2x
F         G   C
Sendiri disini
F         G   C
Sendiri disini
F         G   C
Sendiri disini
F         G   C
Sendiri disini
READMORE - Tipe X – Melati Aku Benci Kamu

Selasa, 15 Maret 2011

D"Massiv Ku Diantara Kalian


Chord d'Masiv Di antara kalian

Author : Chord Frenzy
                        Am          
kuakui ku sangat sangat menginginkanmu
C                         G        D/F#
tapi kini ku sadar ku diantara kalian
Am        Bm 
aku tak mengerti 
    C                D
ini semua harus terjadi

Em                      Am
kuakui ku sangat sangat mengharapkanmu
C                     G          D/F#
tapi kini ku sadar ku tak akan bisa
Am        Bm
aku tak mengerti
    C                D
ini semua harus terjadi

[reff]
Am      D  G        C
lupakan aku kembali padanya
Am    Bm             Em     D
aku bukan siapa- siapa untukmu
Am     D  G         C
kucintaimu tak berarti bahwa
Am       Bm      C
ku harus memilikimu slamanya

Em  D  C
aaaa aaa...

G                        Am          
kuakui ku sangat sangat menginginkanmu
C                         G        D/F#
tapi kini ku sadar ku diantara kalian
Am        Bm 
aku tak mengerti 
    C                D
ini semua harus terjadi

[interlude] Em Bm C G D/F#
READMORE - D"Massiv Ku Diantara Kalian

Avanged Sevenfold

Avenged Sevenfold Dear God

Intro : F-C-Dm-Am-Bb-F-C 2x
F   C   Dm       Am
A lonely road crossed another col state line
Bb       F        C
Miles away from those I love purpose hard to find
F   C   Dm       Am
While Irecall all the worda you spoke to me
Bb           F
Can’t help but wish that I was there
    C
Back where I’d love to be , oh yeah
Reff :     F C   Dm       C
    Dear God the only thing I ask of you is
         Bb       F
    To hold her when I’m not around
         C
    When I’m much to far away
    F   C   Dm       C
    We all need that person who can be true to you
    Bb       F
    But I left her when I found her
         C
And now I wish I’d stayed
Bb       C
Cause I’m lonely and I’m tired
Am       Dm  C   Bb
I’m missing you again oh no  Once again
F   C        Dm  Am
There’s nothing here for me on this barren road
    Bb       F
There’s no one here while the city sleeps
    C
And all the shops are closed
F   C        Dm       Am
Can’t help but think of the time I’ve had with you
Bb       F
Picture and some memories
    C
Will have to help me trough , oh yeah
Back to reff

Dm  Am  Bb  F
Some search never finding away
Dm  Am  Bb  F
Before long they waste way
Dm  Am  Bb  F
I found you something told me to stay
Dm  Am  Bb  F
I gave in to selfish ways
Gm           C
And how I miss someone to hold when hope begins to fade
F   C   Dm       Am
A lonely road crossed another col state line
Bb       F        C
Miles away from those I love purpose hard to find
Back to reff
READMORE - Avanged Sevenfold

Jumat, 11 Maret 2011

Populasinya Sangat Minim


Konvoi kapal pengangkut pasukan (troopship) melintasi Samudera Atlantik, 1942. Kapal seperti ini merupakan target utama bagi U-boat
“The only thing that ever really frightened me during the war was the U-boat peril’, ujar Winston Churchill. Pendapat ini tak berlebihan meluncur dari mulut perdana menteri Inggris selama PD II. Antara tahun 1939-1945 sekitar 2.000 kapal barang Sekutu teronggok di dasar samudera akibat serangan armada U-boat Nazi Jerman.
Unterseeboot atau disingkat U-boat dan bila dijabarkan berarti kapal selam Inilah salah satu senjata milik Nazi Jerman yang paling ditakuti Sekutu, bahkan sebelum PD II pecah. U-boat masuk dalam golongan senjata yang diawasi pembuatannya oleh negara-negara pemenang PD I. Namun bukan Jerman kalau hanya menyerah begitu saja. Lewat program-program rahasia, kemampuan teknologi U-boat tetap terpelihara.
Memang sampai Jerman mendeklarasikan perang kepada Sekutu (Inggris dan Perancis), bisa dibilang dari jumlah U-boat yang digelar AL Nazi Jerman atau Kriegsmarine masih tergolong kurang. Sebagai gambarannya, ketika perang pecah September 1939, panglima tertinggi armada kapal selam, Admiral Karl Donitz hanya memiliki kurang lebih 50-an unit kapal selam operasional. Dan jumlah itu, sekitar separuhnya merupakan U-boat latih yang notabene hanya mampu beroperasi di kawasan pantai saja (coastal submarine).

Pelontaran born dalam dad kapal AL Inggris, HMS Starling. Born dalam merupakan ancaman bagi U-boat.
Kesalahan tak sepenuhnya ada pada Kriegsmarine. Program pembangunan kekuatan bawah permukaan Nazi dilakukan sesuai dengan “buku putih” rencana pengembangan armada yang diasumsikan konflik bersenjata berskala besar talc akan muncul sampai pertengahan tahun 1940. Pemimpin tertinggi Nazi, Adolf Hitler, memang kelewat cepat menabuh genderang perang.
Beruntung, kendala pada soal jumlah bisa diatasi dengan cepat berkat kedigdayaan industri militer dan industri baja negeri itu. Galangan kapal di seluruh Jerman juga dilibatkan secara total Alhasil dalam waktu tidak lama Donitz mampu membentuk lebih dari selusin satuan armada U-boat atau U-boat Flotilla untuk mengisi kebutuhan operasinya, memblokade pasokan logistik Inggris serta Rusia dari Amerika Utara di Samudera Atlantik dan Antartika . Bukan cuma ditempatkan di Jerman, armada kapal selam ini juga ditempatkan di negara yang telah dikuasai Nazi Jerman dalam bentuk bunker-bunker kapal selam seperti di St. Nazaire, Perancis.
Proses ekspansi didukung pula oleh pembagian klasifikasi U-boat yang diproduksi. Kapal selam yang beroperasi di kawasan pantai macam Type II dan diteruskan ke generasi Type XXIII tetap dipertahankan Diluar itu ada Type VII sebagai U-boat berkemampuan operasi lepas pantai (ocean going) jarak menengah. Selanjutnya masih ada lagi Type IX, X, dan XIV yang difungsikan sebagai unsur tempur jarak jauh bawah permukaan. Beberapa U-boat seperti Type XIV misalnya, dibuat khusus untuk menyuplai logistik U-boat lain di tengah laut sehingga mampu mendongkrak endurance U-Boat yang sedang melaksanakan misinya.
Senjata ajaib
Cerita kesuksesan U-boat membantai ratusan kapal barang pengangkut logistik berjalan sampai pertengahan tahun 1942. Tambahan armada U-boat membuat Donitz berani memasang kekuatannya langsung ke garis paling depan yaitu kawasan perairan dan pantai Amerika Utara, bahkan juga Afrika. Lautan di Karibia pun tak lepas dari cengkeraman Donitz.

Sebuah U-625 sedang menerima serangan dari pesawat antikapal selam Sunderland milik Kanada
Posisi ini tetap dipertahankan sampai fase-fase akhir PD II. Bahkan lebih jauh lagi lewat sebuah pidatonya, pada awal tahun 1945, Menteri Persenjataan (Armaments Minister) Nazi, Albert Speer pernah berjanji, dalam waktu tak lama lagi akan membumihanguskan New York dengan menggunakan peluru kendali V1 dan V2 yang dibawa oleh U-boat. Ucapan tadi bukan cuma sekadar mimpi di siang bolong menjelang kejatuhan Hitler.
Donitz, diam-diam juga mendukung ide ini dengan memberi lampu hijau pada program superrahasia berlabel Prufstand XL Program ini merupakan proyek pengembangan kontainer kedap air berbobot 500 ton lengkap dengan perangkat erector. Secara teknis, kontainer yang ditarik oleh U-boat ini sengaja diracik agar bisa menampung, membawa dan meluncurkan peluru kendali V1 dan V2. Sebagai langkah awal, tiga U-boat jarak jauh disiapkan untuk menarik kontainer menuju wilayah perairan Amerika Utara.
Bicara tentang senjata-senjata ajaib (wunderwaffe) U-boat tak sebatas kontainer pengangkut rudal saja. Walau tak tergolong sebagai senjata pamungkas, namun bisa dibilang merupakan sebuah terobosan. Salah satu contohnya adalah torpedo Zaunkonig (TVb). Memakai basis torpedo G7e, senjata ini menghantam targetnya berbekal penciuman akustik yang dihasilkan putaran propeller kapal.
Kecenderungan meledak lebih dini membuat Nazi Jerman harus menyempurnakannya dengan menghadirkan generasi penerus yaitu Zaunkonig II (TXI). Guna meminimalisir gejala ledakan dini pada generasi kedua perangkat detektor akustik lebih dipercanggih dengan kemampuan untuk membedakan antara putaran propeller kapal barang dan kapal perang.
Beruntung bagi Sekutu, program-program wunderwaffe ini tak jelas juntrungannya atau tak terlalu sempurna untuk digunakan Sekutu pada akhirnya mampu mematahkan kedigdayaan armada U-boat. Bocornya kode rahasia Enigma, pengaplikasian teknologi seperti radar dan perangkat HF/DF (HUFF-DUFF), pelibatan unsur udara antikapal selam, sampai penerapan taktik perlindungan dari empat sampai enam kapal perang spesialis antikapal selam dalam sebuah konvoi berhasil mematahkan dominasi U-boat di Atlantik.
Selama PD II tercatat Kriegsmarine memiliki lebih dari 1.100 unit U-boat. Dari jumlah itu, sekitar 458 unit tenggelam dalam pertempuran di Samudera Atlantik. Korban di pihak Sekutu akibat serangan U-boat di seluruh penjuru dunia mencapai lebih dari sepuluh juta.
READMORE - Populasinya Sangat Minim

Kamis, 03 Februari 2011

The Forgotten War 1950-1953

PERTIKAIAN HEBAT DI SEMANJUNG KOREA
Angkasa Edisi Koleksi No. LVII 2009
Angkasa Edisi Koleksi No. LVII 2009
Meski rencana serbuan amfibinya dinilai berbahaya dan impossible, Douglas MacArthur tetap yakin pada pendiriannya. Meniru serangan Normandia, setelah mendarat di Inchon pada petang 13 September 1950, puluhan ribu tentara PBB langsung menggempur posisi Tentara Rakyat Korea Utara. Didukung Uni Soviet, mereka telah menguasai hampir seluruh wilayah Korea Selatan. Jenderal bintang lima yang mahir bertempur ini seolah tahu apa yang akan dilakukan lawan. Hanya dalam beberapa hari, 70.000 tentara Korea Utara telah mengepung Pusan berhasil dipukul mundur dan dikalahkan.
Gempuran dari arah belakang itu benar-benar niengagetkan tentara Korea Utara. Sama mengejutkan ketika tentara dan tank T-34 Korea Utara tiba-tiba melangkahi perbatasan Korea Selatan pada 25 Juni 1950. Baik pimpinan Korea Sclatan, AS, maupun PBB tak habis pikir, mengapa Korea Utara sampai berani menginvasi Korea Selatan. Biasanya yang terjadi hanya penyusupan kecil-kecilan. “Itu artinya perang melawan PBB seru Sekjen PBB Trygve Lie. Tampa kehadiran delegasi Uni Soviet dan China, sidang Dewan Keamanan digelar dan kontak senjata di Semanjung Korea pun berkobar.
Tentara AS pada Perang Korea
Tentara AS pada Perang Korea
Meski melibatkan kesatuan tempur darat, udara, laut dan marinir dari 22 negara dan menawaskan lebih dari lima juta perang, uniknya, perang Korea hanya dianggap sebagai angin lalu. Kenapa? Dalam Edisi Koleksi Angkasa The Forgotten War 1950-1953: pertikaian Hebat di Semanjung Korea ini, Anda akan menemukan jawabannya. Anda juga bisa mengikuti semua kisah pertempuran yang berlarut-larut sampai tiga tahun itu. Tentang perang laut dan keterlibatan pesawat tempur China yang mengganas di Lembah MIG. Nyatanya “perang” yang satu ini belum benar-benar berakhir, hingga kini. jangan lewatkan!
“In war, there is no substitute for victory”
~ Douglas MacArthur
 sumber  http://sejarahperang.wordpress.com
READMORE - The Forgotten War 1950-1953

Invasi, Dari Seoul ke Pusan (Jun-Sep 1950)

Kolonel Lee Hak Ku, Perwira operasi Korps II dari Inmun Gun atau Tantara Rakyat Korea Utara harus bekerja keras. Karena sejak 15 Juni 1950, sebagian besar divisi regular Korut telah digerakkan dari tempat masing-masing menuju posisi barn di sepanjang perbatasan garis Lintang ke-38, yang membelah Semenanjung Korea menjadi dua negara. Kolonel senior ini sibuk mengatur penempatan pasukan di lapangan maupun merampungkan pekerjaan administrasi yang menumpuk. Baru pads sabtu 24 Juni, ketika hari mulai gelap, Kolonel Lee dapat sedikit santai menikmati rokoknya. Sementara itu Panglima Inman Gun, Jenderal  Choi Yong Gun beserta stafnya juga lega atas keberhasilan pemindahan besar-besaran tentaranya secara diam-diam.
SELURUH pasukan yang dialihkan itu tak kurang dari tujuh divisi infanteri yang terdiri dari 90.000 personel (dari 138.000 tentara Korut), ditambah tiga divisi cadangan, satu brigade tank T,4 buatan Rusia, satu resimen pasukan bersepeda motor, satu resimen infanteri berdiri sendiri, dan lima brigade Bo An Dae atau pasukan penjaga perbatasan. Mereka didukung satuan senjata berat, baik meriam, howitzer, mortir clan sebagainya. Lebih ke belakang, pesawat tempur Yak dan pengebom-tempur Ilyushin disiapkan di pangkalan masing-masing. Para prajurit diberitahu bahwa mereka akan melakukan latihan perang, namun para perwira inti sudah paham bahwa yang bakal terjadi adalah perang betul.
Pada 22 Juni, keluar perintah operasi agar pasukan dari Divisi ke-1, ke-2, ke-3, dan ke-4 mengarahkan serangan ke koridor Uijongbu yang langsung menuju ibukota Korea Selatan, Seoul. Sebagai pembuka serangan adalah pasukan tank. Sedangkan divisi lainnya bergerak di wilayah timur. Sabtu malam 24 Juni, Kolonel Lee di posnya merokok terus seraya mendengarkan bunyi hujan yang mengguyur kawasan sekitarnva. la sulit memejamkan matanya yang sudah yang sudah memerah, karena tahu apa yang bakal terjadi dalam beberapa jam mendatang. Sampai memasuki subuh Minggu 25 Juni, gerimis masih jatuh dari langit.
dalam suasana serba dingin dan basah, tepat pukul 04.00 semua meria dan senjata berat lain yang disiapkan Inmun Gun, tiba-tiba bergemuruh, menghujani posisi Korsel dengan tembakan tanpa henti. Bunyi dentuman meriam dan ledakan peluru saling bersahut-sahutan. Tentara Korsel yang kebanyakan masih lelap dalam tidur, kaget dan berantakan memperoleh serangan tak dinyana ini. Pendadakan Korut ini memang berhasil karena pemindahan tentaranya ke perbatasan tidak pernah terdeteksi oleh Korsel maupun AS yang memiliki cukup banyak penasihat militer di Korsel. (Pada saat invasi dimulai pukul 04.00 Minggu 25 Juni waktu setempat, maka di Washington DC masih hari Sabtu 24 Juni pukul 15.00 sore).
Setelah hujan tembakan senjata berat mereda, Lee Hak Ku berkata, “Manzai”. Kata ini diulangi oleh para stafnya. Maka tank-tank pun mulai menderum, menggelinding maju, rantainya mencipratkan lumpur ke mana-mana, namun dengan mudahnya meluncur di tanah yang basah dan penuh genangan air. Di belakang tank-tank, pasukan infanteri dengan seragam coklat kekuningan berhamburan seraya berteriak-teriak mengobarkan semangat. Mereka cepat bergerak ke selatan, menyeberangi garis perbatasan.
Tank-tank Sekutu membalas serangan Korut setelah pads awal perang, pasukan AS dan Korsel dipukul mundur dari kawasan Chorwon. Ribuan peluru meriam Howitzer dan artileri ditembakkan oleh satuan 936th Field Artillery Battalion dalam operasi serbuan yang berlangsung sepanjang hari
Tank-tank Sekutu membalas serangan Korut setelah pada awal perang, pasukan AS dan Korsel dipukul mundur dari kawasan Chorwon. Ribuan peluru meriam Howitzer dan artileri ditembakkan oleh satuan 936th Field Artillery Battalion dalam operasi serbuan yang berlangsung sepanjang hari
Minggu 25 Juni 1950
Serangan utama tentara Korut adalah ke Lembah Ch’orwon yang menuju ke koridor Uijongbu, gerbang utama ke Seoul. Divisi ke-7 yang merupakan kekuatan satu-satunya Korsel di kawasan ini, langsung merasakan hantaman musuh. Sekitar pukul 08.30 seorang penviranva menghubungi Kementerian Pertahanan di Seoul via radio, meminta bantuan segera karena musuh terns merangsek maju, sulit ditahan. Apalagi pasukan Korsel tidak dilengkapi senjata anti-tank. Karena …..(BERSAMBUNG)

sumber  http://sejarahperang.wordpress.com
READMORE - Invasi, Dari Seoul ke Pusan (Jun-Sep 1950)

OHKA, Bunga Sakura yang Menakutkan


Kamikaze yang resmi dibentuk Laksdya Takijiro Ohnishi pada 20 Oktober 1944, dalam kenyataannya bukanlah hanya terdiri dari pesawat terbang bermuatan born yang ditabrakkan pilotnya ke kapal perang musuh. AL Jepang juga menyiapkan born terbang, berupa roket bermuatan peledak. Born terbang ini dijatuhkan dari sebuah pesawat pengebom. Begitu lepas dari pesawat induknya, mesin roket akan menyala dan melesatkan roket ke arah sasaran. Pengendalinya seorang pilot, karena sistem kendali radio waktu itu masih dalam pengembangan
Seorang letnan muda AL bernama Shohichi Ota dikenal sebagai pencetus gagasan born terbang ini. Ia berpikir, basil serangan bunuh diri dengan senjata ini akan jauh lebih besar dibanding pesawat terbang bermuatan born. Sebab kecepatan roket lebih tinggi dan muatan peledaknya pun lebih besar. Ota diketahui berusaha keras `menjual’ gagasannya kepada atasannya. Pada suatu hari pertengahan 1944, ia datang ke Laboratorium Riset Aeronautik AL dan menemui pimpinan bagian perancangan “Pesawat Masa Depan”, Letkol Tadano Mild, seorang perwira teknik yang andal.

Profil Ohka yang merupakan born terbang bertenaga roket yang dikendalikan seorang pilot. Sejumlah pesawat pengebom Jepang, Mitsubishi G4M2, yang bisa berfungsi sebagai penggendong Ohka sebelum diluncurkan ke target musuh.
Dalam pertemuan yang dihadiri pimpinan laboratorium Laksamana Misao Wada dan beberapa perwira peneliti lainnya, Letda Oka menjelaskan konsep born roketnya yang dapat dilepaskan dari sebuah pengebom serang Betty dari Mitsubishi. Propelan roket ini adalah kondensasi hydrogen peroxide dan hydrated hydrogen. Bahan bakar cair yang dikembangkan Mitsubishi ini telah dimanfaatkan AD Jepang guna mengembangkan roketnya. Ota mengatakan propelan ini pun dipakai Jerman untuk roket Komet. Tetapi Mild tak terkesan. “Ini orang pasti tolol. Beginikah yang ia sebut sebagai senjata baru?” pikir Mild.
Dikendalikan pilot
Mild lalu bertanya mengenai sistem pengendaliannya, namun Letnan Ota tidak segera menjawab dan malah tampak agak gelisah. Mild pun mengulang pertanyaannya, dengan menerangkan bahwa yang ia maksud adalah peralatan untuk memastikan bahwa roket akan tepat mengenai sasarannya. Ota lalu mengangguk dan menyahut. “Seseorang yang berada di dalamnya.” Mild tak percaya dengan apa yang ia dengar. “Apa,” teriaknya bercampur antara tidak percaya dan marah. “Kamu benarbenar idiot. Kita tidak akan pernah membuat barang semacam itu,” tambah Mild.

Sejumlah tentara Jepang sedang mengerumuni Ohka Glide Bomb di suatu tempat yang kemudian tidak jadi diterbangkan.
Wajah Ota memerah, tetapi berusaha tenang. Dia lalu mengingatkan betapa posisi Jepang dalam perang ini semakin mencemaskan. Musuh menguasai udara, dan Jepang tidak mungkin menghentikan kekuatan invasi musuh hanya dengan cara konvensional. “Rencana saya adalah menghancurkan armada kapal induk musuh dengan menabrakkan diri guna membalikkan situasi. Ini vital buat kelangsungan hidup negara kita. Karena itu kita harus membuat senjata ini”.
Perdebatan sengit itu berakhir ketika Letkol Mild bertanya kepada Ota. “Kamu menyarankan senjata ini ditabrakkan ke sasaran, tetapi siapa yang akan memilotinya.” Langsung Letnan Ota menjawab, “Tentu saja saya yang akan melakukan.” Seusai pertemuan, Mild curiga bahwa Laksmana Wada selaku pimpinan laboratorium riset AL diam-diam telah mendukung gagasan Ota, dan bahkan akan merekomendasikannya kepada jajaran lebih tinggi di Mabes AL.

Profil Ohka dalam kondisi utuh dan ditempatkan di museum Smithsonian, AS. Ohka Model 22 ini dibawa dari Jepang pada Desember 1945 dan baru masuk Smithsonian tahun 1948.
Ternyata benar. Wada meneruskan gagasan Ota kepada Departemen Aeronautik AL, yang langsung menindaklanjutinya. Akhirnya hal ini sampai ke kalangan pimpinan Staf Umum Mabes AL. Mereka tertarik karena senjata ini mungkin memang berguna dalam Operasi Sho yang akan dilancarkan untuk menahan invasi Amerika. Pertengahan Agustus 1944 keluar instruksi kepada Laboratorium Riset Aeronautik AL agar memulai produksi percobaan born roket yang diberi nama sandi Maru Dai. Maru artinya lingkaran, dan Dai yang juga bisa dibaca sebagai “0″, adalah untuk menghormati penemunya, Shoichi Ota. Mild pun menyerah.
Bunga ceri yang meledak
Bom terbang ini dirancang memiliki panjang 6,07 m, tinggi 1,16 m, dan rentang sayap 5,12 m. Roket sayap beratnya 140 kg, roket pada badan 360 kg, dan badan pesawat sendiri 440 kg. Bahan peledaknya mencapai 1.200 kg, sehingga berat seluruh born terbang ini 2.140 kg. Berbagai uji coba secara intensif dilakukan, termasuk oleh Tadano Mild, perwira teknik yang semula menentang keras roket untuk serangan bunuh diri tersebut.

Situasi dan peta Kanoya Air Base di Kyushu yang merupakan pangkalan bagi grup kamikaze Korps Dewa Guntur.
Satu-satunya soal pada Maru Dai adalah jarak jelajahnya, paling banter hanya mencapai 60 km. Padahal jarak terbang pesawat Amerika untuk melindungi kapal perangnya mencapai 90 km. Ini berarti sebelum cukup mendekati sasaran, pesawat pengebom pembawa Maru Dai dapat diserang oleh pesawat patroli musuh. Karena itu tak ada jalan lain, pesawat pengebom Jepang harus mampu menembus patroli pesawat Amerika, serta mencapai jarak hanya 25-30 km dari sasaran untuk melepaskan bom terbangnya. Untuk itu diperlukan pesawat pemburu guna melindungi. Awal September, dari fasilitas laboratorium AL yang dijaga keras kerahasiaannya, muncul dua pesawat bom roket yang telah selesai dibuat.
Keduanya khusus untuk uji coba terbang, dan diberi nama resmi Ohka atau “Bunga Ceri yang Meledak”. Pada kedua sisi hidungnya, digambari bunga ceri berwana merah muda atau pink. Uji terbang dengan dilepas dari pengebom Betty dinyatakan berhasil, termasuk sebuah Ohka yang mampu didaratkan kembali oleh pilotnya. Namun ada juga pilot yang tewas ketika gagal melakukan pendaratan. Setelah rangkaian uji coba, bulan November mulai dilakukan latihan bagi para calon penerbangnya.
Korps Dewa Guntur
Para pilot yang tergabung dalam Korps Dewa Guntur (Thunder Gods Corps) ini dipimpin Kolonel Motoharu Okamura, yang sejak awal terlibat dalam program pengembangan Ohka serta pembentukan korps penerbangnya. Okamura sejak pertengahan 1944 selalu mengusulkan cara serangan khusus terhadap armada Amerika. Istilah ‘serangan khusus’ ini adalah sekadar untuk menghaluskan kata `serangan bunuh dire. Januari 1945 datang utusan Kaisar ke pangkalan korps, menyatakan penghargaan atas semangat para pilotnya yang ketika itu sudah lebih dari 150 orang.

Dua pesawat pengebom Mitsubishi G4 M2.
Selanjutnya korps disebar, antara lain ke Jepang bagian selatan juga ke pangkalan di Taiwan dan Shanghai. Markas besar korps ini di pangkalan udara Konoya di Kyushu, Jepang bagian selatan. Korps saat itu selain sudah memiliki 162 Ohka dan 72 pesawat induknya, juga mendapat 108 pesawat Zero tipe Z-Serang khusus untuk serangan bunuh diri. Sementara itu persiapan invasi musuh semakin terasa. Pesawat Amerika terus melakukan pengintaaian dan serangan terhadap berbagai sasaran di Jepang, termasuk mulai memakai pengebom strategis B-29.
Tanggal 17 Maret, Laksdya Matome Ugaki selaku Panglima Armada Udara Kelima AL menerima laporan adanya armada musuh yang mendekati Kyushu. Ugaki terus memantau. Pada dinihari 18 Maret is memerintahkan menyiapkan serangan all-out. Tetapi hari itu tak kurang dari 1.460 pesawat Amerika mendahului menyerang. Seusai serangan itu, Ugaki meminta Korps Dewa Guntur melakukan aksi pertamanya. Namun gempuran hebat Amerika datang lagi, sehingga rencana Jepang berkamikaze dengan mengoperasikan Ohta pun gagal.
Tugas yang Gagal
Baru pada 21 Maret datang perintah resmi untuk misi pertama Korps Dewa Guntur. Persiapan segera dilakukan, dan Letnan Kentaro Mitsuhashi beserta 14 pitnya    tugas pertama menyerang dengan bom terbang.  Mereka memotong kuku dan rambut, menaruhnya dalam kotak kayu bersama surat perpisahan 7agi orangtua masing-masing.

Sejumlah pilot andalan dari Korps Dewa Guntur sedang berpose di depan pesawat Zero sambil mengembangkan tawa (hawah). Tugas sebagai pilot kamikaze yang diyakini sebagai wahana untuk menjaga kehormatan bangsa dan nasionalisme tidak menyebakan mereka takut mati tapi justru dilaksanakan dengan penuh kebanggaan.
Upacara pelepasan dilakukan, dihadiri Laksamana Ugaki, sementara komandan korps Kolonel Dkamura terbata-bata mengucapan selamat jalan kepada 15 anak buahnya. Pada giliran Mitsuhashi untuk berbicara, ia hanya mengatakan, “Saya tidak punya kata-kata lain untuk disampaikan. Marilah kita mati bersama-sama.”
Serangan bunuh diri pertama dengan “ledakan bunga ceri” ternyata gagal. Pilot pesawat Zero pengawal yang berhasil kembali dengan pesawatnya penuh lubang peluru menuturkan, bahwa mereka disergap oleh sekitar 50 pesawat Amerika. Sehingga dalam tempo 10 menit, sembilan pesawat induk Betty dan dua pengebom lain khusus untuk tugas serangan bunuh diri, rontok dari udara. Pesawat Zero pengawal berusaha melawan, tetapi kalah dan harus berpencar. Beberapa Betty terpaksa membuang Ohta mereka sebelum waktunya, agar lebih lincah menghindari serangan pesawat musuh. Pilot Zero tadi melaporkan pada akhirnya tersisa empat Betty, yang kemudian terlihat terbang rapat sayap ke sayap dan bersama-sama menukik ke laut.
Meskipun pada debutnya gagal total, tetapi serangan dengan Ohka terus berlangsung. Hasilnya pada umumnya kurang sesuai seperti yang diharapkan. Sehingg Amerika pun bahkan mengejek senjata Jepang itu dengan sebutan Baka atau ‘Gila’, Akhirnya pada 22 Agustus atau satu minggu setelah takluknya Jepang, Korps Dewa Guntur dibubarkan atas perintah Armada Udara Kelima AL yang telah ditinggalkan oleh panglimanya Laksamana Ugaki. Dia telah melakukan serangan bunuh diri terakhir ke arah Okinawa dengan pesawat pengebom-tukik pada 15 Agustus. Komandan korps Kolonel Okamura sibuk membakari dokumen korpsnya. “Segala apa yang pernah kita buat dan jalankan, kini tinggallah jadi sejarah,” ujarnya.
Nasib Shoichi Ota, penemu Ohka, sesudah perang berubah misterius. Ada yang menyebutkan ia sebetulnya bukanlah penemu senjata bom terbang tersebut, melainkan hanya boneka yang diperalat oleh sementara tokoh AL. Mereka ini malu dan takut apabila diketahui sebagai penggagas serangan bunuh diri dengan born terbang. Laporan lain menyebutkan Ota bersembunyi dan menyamar menjadi penduduk desa dengan berganti nama. Ada pula yang mengatakan ia pernah pinjam uang dari para mantan anggota Korps Dewa Guntur, tetapi lalu menghilang. Usaha melacaknya untuk keperluan sebagai sumber sejarah tidak pernah berhasil hingga sekarang. (rb)

sumber http://sejarahperang.wordpress.com
READMORE - OHKA, Bunga Sakura yang Menakutkan